Lian Fong Temple – Alternatif wisata Macau

12-lian-fong-temple

Macau merupakan tempat eksotis perpaduan antara budaya Eropa dan Asia. Unsur budaya Eropa sangat kental di setiap bangunan, gaya arsitektur dan juga makanan khas kota Macau. Tidak heran memang, mengingat masa penjajahan selama lebih dari 400 tahun oleh pemerintahan Portugal meninggalkan sebuah jejak yang tidak mungkin hilang dalam sekejap.

Di antara gemerlap dan hingar bingar kehidupan kasino dan industri taruhan, nilai budaya dan juga sejarah dari kota ini tetap terjaga utuh. Malahan, Macau memiliki sebuah kompleks warisan budaya khusus yang terdaftar dalam UNESCO World Heritage, sebuah langkah pintar untuk melestarikan budaya lokal. Salah satu dari daftar tersebut adalah Lian Fong Temple, sebuah warisan budaya lokal yang sudah dibangun sejak zaman Dinasti kuno.

Lian Fong Temple, atau dikenal juga dengan Ibcbet nama Tianfei Temple atau Guanzha Temple, dibangun sekitar tahun ke 20 masa pemerintahan Ming Shenzong (1592). Tempat ini dulunya digunakan untuk kegiatan kantoran oleh Cina di macau, dan sebagai tempat tinggal dari para pejabat Negara. Tempat ini kemudian diperbesar dan direnovasi beberapa kali hingga menyerupai ukuran yang sekarang. Sejak pekerjaan renovasi besar-besaran di Dinasti Qing kuli ini muai dikenal dengan nama Lian Fong Temple.

Di depan Kuil Lian Fong ini terdapat lapangan besar yang dikelilingi oleh pagar berbatu. Di balik kuil ini terdapat taman kecil dan sebuah kolam lotus. Keseluruhan kompleks kuil Lian Fong ini meliputi, di bagian tengahnya, Tianhou Hall (dengan patung Buddha di dalamnya), the Wudi dan the Renshou Halls di kedua sisinya, dan juga Yiling Hall, the Shennong Hall, the Juyong Hall dan juga the Jinhua Lady Hall.

Selama Dinasti Qing, di tahun kesembilan Kaisar Guangxu (1839), Lin Zexu, Gubernur Guangdong dan provinsi Guangxi, melakukan inspeksi mendadak ke Macau dan menerapkan larangan merokok opium dan juga perdagangan opium. Selama inspeksi ini dia tinggal dan menginap di Lian Fong Temple, bertemu dengan para pejabat Portugal di sini yang saat itu masih berkuasa di Macau.